Kamis, 28 Oktober 2010

KEHAMILAN GANDA(GAMELI)


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Dengan pertimbangan bahwa kejadian mortalitas dan morbiditas akan lebih tinggi pada kehamilan ganda dari kehamilan tunggal, maka kehamilan ganda dianggap resiko tinggi atau digolongkan resiko tinggi.
Kematian perinatal yang sangat tinggi berkaitan dengan persalinan premature dan kelainan congenital yang relative tinggi.

B.   Tujuan
Gangguan dapat menimbulkan kematian menjadikan janin kompresus sampai papiraseus.
Demikianlah penyulit dan resiko kehamilan ganda terhadap mortalitas dan morbiditas maternal sehingga pertolongan persalinan ganda memerlukan perhatian khusus agar dapat mengatasi berbagai komplikasi.
Komplikasi yang di hadapi bayi kehamilan ganda penting untuk mendapatkan perhatian, sehingga mencapai tujuan : well born baby and well health mother.

BAB II
ISI

A.   TYPE OF TWIN PREGNANCY
Twin may be monozigotic or dizigotic. Monozygotic or uniovular twin devolop from one ovum and one spermatozoon. These twins have two amoniotic sacs, one plasenta and usually one chorion, although occasionally two chorion are found. There is connection between the fetal circulations. These twins are always of the same sex and have palm and finger prints.
There is a high incidence of errors in development and malformations whish give rise to abnormal fetus.
Perinatal mortality rates two twins are higher than for singleton fetuses and are higher in monozygotic twins than in dizigotic (Botting et al 1990).
Dizigot or binovular twins develop from two ova and two spermatozoa and are more common than monozygotic twin. These twin have two plasentae which may be fused to forn one, two amniotic sacs, two chorion and no connection between fetal circulations.these twin may be of the same sex, but are often of different sexes. There is a well-know familial tendency. The genetic factor whish cayse double ovulation is carried by  the mother and passed on by the females  in the family.
JENIS KEHAMILAN KEMBAR
Kembar monozogot dan dizigot. Monozigot adalah kembar dari satu ovum dan satu sperma. Terdiri dari 1 amnion, 1 plasenta, dan biasanya 1 korion atau 2 korion. Ini berhubungan dengan sirkulasi janin. Kembar selalu mempunyai sama jenis kelamin, telapak tangan dari jari-jari.
Kehamilan ini mempunyai resiko dalam perkembangan dan danketidaknormalan pada janin.
Kematian bayi kembar monozigot lebih tinggi dari pada bayi dizigot (Botting et al 1990). Dizigot berasal dari 2 ovum dan 2 sperma perkembangan lebih baik dari pada monozigot. Ini mempunyai 2 plasenta, 2 amnion, 2 korion dan tidak ada sirkulasi antara ke dua janin. Jenis kalamin mungkin sama tapi kadang berbeda. Perempuan mempunyai factor genetic dari si ibu dalam keluarga.
B.   DIAGNOSIS OF TWIN PREGNANCY
Diagnosis of twin pregnancy may be difficult, although a family history of twin should alert the midwife to the possibility.
·         Ultrasound
·         Abdominal Examination
Ø  Inspection
Ø  Palpation
Ø  Auscultation
DIAGNOSA KEHAMILAN KEMBAR
Kehamilan kembar dapat di diketahui dari riwayat keluarga melalui anamnesis oleh bidan
·         USG
·         Pemeriksaan fisik
Ø  Inspeksi
Ø  Palpasi
Ø  Auskultasi
C.   COMPLICATIONS ASSOCIATED WITH MULTIPLE PREGNANCY
·         Abortion
·         Polyhydramnion
·         Fetal abnormality
·         Malpresentations
·         Premature rupture of the membranes
·         Prolapse of the cord
·         Prolonged labour
·         Locked twins
·         Conjoined twins
·         Delay the birth of the second twin
·         Premature expulsion of the placenta
·         Postpartum haemorrhage
·         Undiagnosed twins
KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN KEMBAR
·         Abortus
·         Polihidramnion
·         Kelainan janin
·         Malpresentasi
·         Premature
·         Prolaps tali pusat
·         Persalinan yang lama
·         Janin terkunci
·         Kematian pada janin ke dua
·         Solusio plsenta
·         Perdarahan postpartum
·         Tidak diketahui pasti
D.   HIGHER MULTIPLES
The ancidence of higher multiples has increased with greater use of drugs which stimulate ovulation such as clomiphene or pergonal
·         Considerations during pregnancy
·         Mode of delivery
·         Special dangers
·         Publicity
TINGGINYA KEHAMILAN KEMBAR
Tingginya kehamilan kembar dapat dipengaruhi juga oleh penggunaan obat-obatan yang merangsang ovulasi seperti klomiphene atau pergonal.
·         Ketegangan selama kehamilan
·         Jenis persalinan
·         Hal yang berbahaya atau menakutkan
·         publisitas
E.   Kehamilan Ganda (Gemeli)
Kehamilan ganda adalah kehamilan dengan 2 janin atau lebih intrauteri. Kehamilan ini dianggap mempunyai resiko tinggi karena mempunyai alasan berikut.
1.    Kejadian komplikasi pada kehamilan ganda lebih tinggi:
a.    Emesis gravidarum-hyperemesis gravidarum
b.    Hipertensi dalam kehamilan
c.    Sering terjadi penyakit penyerta :
·         Diabetes mellitus
·         Pielonefritis
d.    Kehamilan dengan hidramnion
e.    Persalinan dengan prematuritas
f.     Pertumbuhan sering mengalami hambatan:
·         IUGR
·         Pertumbuhan tidak sama
·         Terjadi transfusi antar janin
2.    Dikaitkan dengan kelainan congenital.
3.    Memerlukan tindakan operasi persalinan
4.    Menimbulkan trauma persalinan
5.    Komplikasi post partum
a.    Perdarahan post partum akibat atonia uteri
b.    Infeksi puerperium
c.    Subinvolusi uteri
6.    Saat hamil di kaitkan dengan kejadian anemia tinggi karena nutrisi dan vitamin atau Fe masih kurang
Dengan pertimbangan bahwa kejadian mortalitas dan morbiditas akan lebih tinggi pada kehamilan ganda dari kehamilan tunggal, maka kehamilan ganda dianggap resiko tinggi atau digolongkan resiko tinggi.
Kematian perinatal yang sangat tinggi berkaitan dengan persalinan premature dan kelainan congenital yang relative tinggi.
F.    Etiologi Multifetus
Janin yang kembar lebih sering terjadi akibat fertilisasi 2 buah ovum  yang terpisah (ovum ganda, kembar dizigot atau kembar “fraternal”). Sekitar sepertiga di antara kehamilan kembar berasal dari ovum tunggal yang di buahi dan selanjutnya membagi rdiri menjadi 2 buah struktur serupa, masing-masing dengan kemapuan untuk berkembang menjadi ovum tunggal tersendiri (kehamilan monozigot atau kembar “identik”). Salah satu atau 2 proses dapat terlibat dalam pembentukan fetus dalam jumlah yang lebih besar.sebagi contoh, kembar 4 atau kuadruplet dati satu, dua, tiga, atau empat buah ovum.
G.   Kembar Fraternal Versus Identik
Kembar zigot sebenarnya bukan merupakan kembar sejati, karena kedua janin berasal dari maturasi dan fertiliasi dua buah ovum selama siklus ovulatir tunggal. Demikian pula kembar monozigot dan identik tidak selalu identik. Sebagaimana ditegaskan di bawah,proses pembagian satu zigot tang telah dibuahi menjadi dua buah individu yang tidak harus menghasilkan pembagian bahan-bahan protoplasma yang sama. Pada kenyataannya, kembar zigot atau fraternal dengan jenis kelamin yang sama dapat terlihat hampir mendekati kembar identik pada saat lahir daripada yang terlihat pada kembar monozigot
H.   Proses Terjadinya Kembar Monozigot
Kembar monozigot timbul dari pembelahan ovum yang sudah dibuahi pada berbagai tahap perkembangan awal sebagai berikut:
1.    Jika terjadi sebelum iner cell mass di bentuk dan lapisan luar blastokist belum berubah menjadi korion yaitu dalam 72 jam pertama sesudah fertilisasi maka 2 embrio, 2 amnion dan 2 korion akan terbentuk.keadaan ini menghasilkan kehamilan kembar monozigot diamnion, dikorion. Frekuensi 2 buah korion pada proses pembentukkan janin kembar monozigot dalam berbagai laporan, bervariasidari 18 hingga 36 persen (MacGillivry,1978). Pada keadaan ini bisa terdapat dua plasenta yang berbeda atau satu plasenta  yang menyatu.
2.    Jika pembelahan terjadi antara hari ke 4 dan ke 8 yaitu setelah iner cell mass di bentuk dan sel-sel ayng akan menjadi korion sudah mengalami deferensiasi namun sel-sel yang akan menjadi amnion belum, maka akan terbentuk 2 buah embrio masing-masing dalam kantong ketuban yang terpisah. Kedua kantong ketuba akhirnya akan diselubungi oleh satu korion bersama sehingga terjadi kehamilan kembar monozigot diamnion, monokorion
3.    Namun jika amnion tidak terbentuk yang terjadi sekitar hari ke 8 setelah fertilisasi, pembelahan akan menghasilkan 2 embrio di dalam satu kantong ketuban bersama atau mengakibatkan kehamilan kembar monozigot monoamnion, monokorion
4.    Jika pembelahan dimulai lebih belakangan lagi yaitu sesudah diskus embrionik terbentuk pembelahan berlangsung tidak lengkap dan terbentuk janin kembar siam.
I.      Patofisiologi Kehamilan Ganda
1.    Kehamilan ganda dari 2 ovum-dizigot. Nama lainnya di sebut juga :
·         Heterozigot
·         Binovuler
·         Fraternal
Pada kehamilan monozigot dapat terjadi:
·         Jenis kelaminnya kebetulan dapat sama
·         Umumnya berbeda seperti pertumbuhan seperti biasa yang berasal dari ovum-sperma yang berbeda.
Berkaitan dengan waktu terjadinya pembuahan terhadap ovum tersebut di kemukakan 3 bentuk yaitu :
a.    Kembar dizigot
Terjadi konsepsi terhadap ovum pada hubungan seksual dengan waktu sama terhadap 2 ovum.
b.    Superfekundasi
Terjadi konsepsi terhadap ovum dengan waktu yang relative berdekatan oleh hubungan seksual antara suami sendiri atau orang lain.
c.    Superfetasi
Kehamilan kedua  terjadi pada waktu relative jauh setelah kehamilan pertama.
Syarat superfetasi adalah desidua kapsularis dan desidua parietalis belum bersatu, sehingga masih terdapat peluang spermatozoa untuk masuk kavum uteri menuju tuba falopii dan berhasil menjadi konsepsi serta diikuti dengan implantasi.
Berkaitan dengan kehamilan kembar secara superfekundasi, Archer 1910 melaporkan kejadian kehamilan ganda dengan perbedaan kulit hitam dan kulit putih. Gambaran demikian sudah pasti menunjukkan bahwa laki-laki yang member kehamilan ganda berbeda etnis dan merupakan perselingkuhan yang terbukti dengan pasti.
Tumbuh kembang kehamilan ganda dizigot selalu akan mempunyai 2 plasenta dengan tempat implantasi yang relative berbeda sehingga akan memberikan dampak pertumbuhan yang berbeda.
Perbedaan dapat dibuktikan dengan berat badan yang berbeda akibat tempat implantasi yang tidak mampu memberikan nutrisi, aliran darah, dan O2 yang sama.
Perbedaan berat badan sekitar 50-800 g. perbadaan berat janin akibat:
a.  Tempat implantasi yang berbeda tingkat kesuburannya
b.  Ternyata hamil ganda dizigot plasentanya menjadi satu sehingga terjadi perjuangan untuk mendapatkan nutrisi lebih dengan akibat terdapat perbedaan berat badan janin.
Pada kehamilan ganda dizigot dapat terjadi komplikasi antara lain terdapat pertumbuhan plasenta yang baik pada satu janin yang mengalahkan tumbuh kembang lainnya, sehingga dapat terjadi asfiksia sampai dengan kematian.
2.    Kehamilan ganda dari satu ovum monozigot
Kejadian kehamilan ganda dari satu ovum lebih jarang dari pada dua ovum. Selain itu saat pemecahannya akan menyebabkan terjadinya anomali sehingga dapat terjadi berbagai bentuk.
Morbiditas dan mortalitas hamil ganda dengan satu ovum, lebih tinggi dari pada dua ovum, berdasarkan bentuk pemecahannya dan terdapat retroplasentar sirkulasi tunggal sehingga dapat menimbulkan gangguan pada tumbuh kembang janin lainnya.
Jika pemisahan terjadi setelah “diskus embrional terbentuk akan terjadi bentuk terpisah yang tidak lengkap dan trdapat bayi kembar siam”. Kejadian kembar siam sangat langkah sekitar 1 dalam 70.000 persalinan.
Pada kehamilan ganda monozigot dapat terjadi satu jantung lebih dominan sehingga dapat menyerap darah lebih banyak sehingga dapat mengganggu pertumbuhannya.
1.    Jika terjadi setelah usia 30 minggu, dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang dalam bentuk IUGR, simetris atau asimetris.
2.    Jika terjadi sejak kehamilan muda maka tumbuh kembang satu janin akan berbeda bahkan tidak mempunyai bentuk jelas disebut “akardiatus”
a.    Akardiatus sefalus : monster yang terdiri dari panggul dan ekstremitas bagian bawah.
b.    Akardiatus akornus : monster tanpa badan
c.    Akardiatus amorfus :
·         Terdiri dari jaringan ikat dan berbagai alat yang mengalami perubahan rudimenter
·         Amorf = tidak berbentuk
3.    Kejadian yang lebih ringan : sindroma transfuse
a.    Janin dengan jantung lebih kuat mendapatkan :
·         Pertumbuhan janin lebih baik
·         Polisitemia
·         Hydramnion
·         Edema
b.    Janin donor
·         Anemia
·         Pertumbuhannya kurang
·         Dehidrasi sampa ioligohidramnion
·         Asfiksia ringan, berat sampai meninggal
c.    Setelah meninggal janin ini dapat mengalami
·         Fetus Kompresus
·         Fetus papirasius
d.    Ada kemungkinan terjadi gangguan tumbuh kembang system saraf pusat, yang dapat menyebabkan gangguan IQ atau kematian karena beratnya gangguan pertumbuhan.

J.    Diagnosa Hamil Ganda
Diagnosa kehamilan ganda tidak terlalu sukar karena dapat diterapkan sebagai berikut:
1.    Anamnesis
a.    Riwayat keluarga dengan kehamilan ganda
b.    Gejala klinis hamil muda sudah manifestasi sejak usia kehamilan masih muda
c.    Derajat gejala hamil muda lebih hebat dari pada hamil tunggal
2.    Palpasi kehamilan
a.    Tinggi fundus uteri melebihi hamil tunggal
b.    Sering disertai hidramnion
c.    Teraba banyak bagiankecil janin

d.    Teraba dua bagian besar
·         Berdekatan
·         Teraba dua bokong atau dua kepala bayi
3.  Auskultasi DJJ : terdengar 2 pungtum maksimum detak jantung janin
4.  Pemeriksaan USG :
Dengan USG , dipastikan terjadi kehamilan ganda:
·         2 kepala / 2 bokong
·         2 pungtum maksimum DJJ janin
·         Tampak 1 janin mengalami hidramnion atau tumbuh kembangnya sukar, sehingga satu janin kecil dibandingkan yang lain.
Hanya dengan memerhatikan tingginya fundus uteri, kehamilan ganda mempunyai beberapa deferensial diagnosis antara lain :
1.    Hidramnion
2.    Hamil dengan mola hidatidosa
3.    Hamil dengan janin makrosomia
4.    Kesalahan mengingat hari pertama menstruasi
Semua defensial diagnosisnya dapat dipastikan dengan pemeriksaan ultrasonografi sehingga ibu hamil dengan hamil ganda dapat ditegakkan.
Komplikasi terbesar terjadi pada kehamilan ganda monozigot, monoamniotik karena dapat terjadi :
1.    Gangguan pemisahan sehingga terjadi komplikasi pertumbuhan menjadi kembar dempet dengan berbagai variasi.
2.    Gerak aktif janin dalam satu kantung amnion dapat terjadi :
a.    Intertwin umbilicus
Jalinan tali pusat sehingga mengganggu aliran darah, asfiksia sampai kematian intra uteri.
b.    Entanglement tali pusat
·         Tali pusat terjerat , aliran darah terganggu menimbulkan asfiksia dan kematian intra uteri
·         Entanglement artinya satu tali pusat melilit pada janin lainnya.
3.    Dengan satu plasenta , kembar amniotic dapat menimbulkan transfusi darah, antarjanin intrauterine, sehingga terjadi gangguan pertumbuhan salah satu janin.
Gangguan dapat menimbulkan kematian menjadikan janin kompresus sampai papiraseus.
Demikianlah penyulit dan resiko kehamilan ganda terhadap mortalitas dan morbiditas maternal sehingga pertolongan persalinan ganda memerlukan perhatian khusus agar dapat mengatasi berbagai komplikasi.
Komplikasi yang di hadapi bayi kehamilan ganda penting untuk mendapatkan perhatian, sehingga mencapai tujuan : well born baby and well health mother.
K.   Pertolongan Persalinan Kehamilan Ganda
Dengan pertimbangan janin relative kecil, pertolongan persalinan pervaginam tidaklah sulit dilakukan. Hal lain yang memerlukan perhatian khusus pada pertolongan persalinan kehamilan ganda :
1.    Posisi janin pertama
a.    Sebaiknya membujur dengan presentasi verteks atau keduanya dalam posisi vertex
b.    Posis janin pertama membujur dengan letak bokong, dapat terjadi interlocking, saat persalinan kepala janin pertama.
2.    Keadaan prematuritas janin sehingga pertolongan persalinan harus dilakukan tanpa trauma yang berarti.
3.    Keadaan lain di antaranya ketuban pecah dini:
a.    Keadaan overdistensinya menyebabkan hamil ganda merupakan kotra indikasi dengan persalinan dengan induksi.
b.    Prolaps tali pusat dengan permukaan kecil
c.    Akibat overdistensi uterus, waktu persalinan memanjang.
Berdasarkan pertimbangan , pertolongan persalinan kehamilan ganda hanya dapat dilakukan pervaginam jika :
1.    Anak pertama dalam posisi vertex dan proses persalinanya berjalan dengan normal.
2.    Setelah anak pertama lahir, perlu diperhatikan terjadi kemungkinan uni plasenta. Oleh karena itu tali pusat anak pertama harus di klem dengan baik sehingga tidak mengganggu retroplasenter janin kedua dalam pemberian nutrisi dan O2.
3.    Perlu di perhatikan terdapat kemungkinan “solusio plasenta” karena telah terjadi retraksi otot uterus yang menyebabkan plasenta lepas sebagian atau seluruhnya.
Gejala solusio plasenta :
a.    Abdomen menjadi tegang dan nyeri
b.    Janin mengalami gawat janin
4.    Pertolongan persalinan janin ke dua antara lain :
a.    Dilakukan versi luar menuju letak kepala
b.    Pada letak sungsang dapat diilakukan pertolongan dengan cara brach
c.    Posisi janin kedua letak lintang, masih diperkenankan untuk malakukan versi ekstraksi
Operasi versi ekstraksi pada janin kedua kehamilan ganda adalah satu-satunya tindakan yang masih bisa di perkenankan, dengan pertimbangan janin relative kecil dan ruangan dalan uterus relative luas sehingga memudahkan tindakan.
Keberadaan posisi janin pada kehamilan ganda selain janin pertama dalam posisi vertex sebaiknya dilakukan pertolongan persalinan dengan seksio sesarea, sehingga mencapai hasil: Well Born Baby Dan Well Health Mother.
Pertolongan persalinan plasenta memerlukan perhatian karena ada kemungkinan:
1.    Plasenta lebar, tipis dan sangat melekat pada desidua sehingga dapat menimbulkan retensio plasenta atau dapat terjadi plasenta rest
2.    Dapat terjadi plasenta terpisah, sehingga setelah lahir yang pertama ternyata masih ada plasenta janin lainnya yang dapat menimbulkan perdarahan postpartum.
3.    Overdistensi uterus pada kehamilan ganda, lebih besar menimbulkan perdarahan postpartum dengan perbedaab sekitar 300-400 cc dari kehamilan dengan satu janin.
4.    Untuk mengurangi kemungkinan perdarahan postpartum dan retensio plasenta sebaiknya dilakukan tindakan proaktif dalam tindakan kala III, dengan suntikan Oksitosin segera setelah bayinya lahir.
Perhatikan pada masa puerperium masih memerlukan perhatian karena ada kemungkinan akan terjadi:
1.    Infeksi puerperium makin tinggi
2.    Involusio uteri agak terlambat
3.    Kemungkinan akan terjadi plebirtis akan semakin besar
Dalam batas yang wajar maka konsep”early mobilization” masih dapat diterapkan sehingga mengurangi kemungkinan komplikasi post partum.
Dapat dikemukan bahwa kehamilan ganda merupakan kehamilan yang beresiko tinggi yang berarti bahwa sejak diketahui kehamilan ganda sudah dilakukan upaya preventif, promotif dan kuratif yang ade kuat sehingga tercapai: Well Born Baby Dan Well Health Mother.
Selanjutnya, masa puerperium harus diperhatikan untuk dapat menuda kahamilan berikutnya dengan tenggang waktu yang cukup.



 



Komplikasi pasca SC
· Atonia uteri
-   Perdarahan
· Gandamultipara anjurkan porro
· Primi-multipara ligasi arteri hipogastrika
· Infeksi puerperium
 
Pervaginam
 
Pertolongan persalinan kehamilan ganda
 
Primer seksio sesarea
·      Anak pertama kelainan letak
·      Gawat janin
·      PROM-EROM
 
Komplikasi postpartum
· Atonia uteri
· Perdarahan lebih banyak ±400cc
· Retensio plasenta
· Plasenta rest
· Subinvolusio uteri
· Infeksi puerperium
 
Anak pertama presentase verteks
 
Spontan B
 
Versi luar letkep spontan brach. Versi ekstraksi
 
Anak kedua kelainan letak
 
Perjalanan proses persalinan
Ketuban pecah tanpa kemajuan
Prolog pelahiran
Solusio plasenta
 
                                                       


























TATALAKSANA PERTOLONGAN PERSALINAN
ASUHAN KEBIDANAN TEORI

1.    PERTIMBANGAN UMUM
Kehamilan ganda adalah suatu keadaan hamil dengan jumlah janin 2 atau lebih. Kembar terjadi hampir mendekati satu dalam 80 atau 90 persalinan. Triplet terjadi hampir mendekati satu dalam 8.000 persalinan.
Frekuensi kehamilan kembar monozigot tampak relative konstan di seluruh dunia. Mendekati satu pasang dari 250 kehamilan dan tidak dipengaruhi oleh ras, keturunan, paritas mauun usia. Kemar dizigot merupakan akibat dari ovulasi ganda yang bersamaan dan dipengaruhi oleh keturunan, paritas dan usia.
2.    DATA SUBYEKTIF DAN OBYEKTIF
Uterus dapat lebih  besar dari umur kahamilan yang diperkirakan. Aktivitas janin lebih besar  dan lebih mencolok bila di banding dengan kehamilan tunggal.sering, pasien memrikan riwayat kembar dalam keluarganya. Dapat terdengar denyut jantung janin lebih dari satu.
3.    PENILAIAN
a.    Diagnosa banding
Meliputi polihidramion dan leiomioma uteri. (pada awal kehamilan pertumbuhan uterus yang cepat dapat berkaitan dengan kehamilan mola. Namun bunyi jantung janin menyingkirkan kemungkinan kehamilan mola.)
b.    Komplikasi potensial
Meliputi hal-hal berikut :
1.    Persalinan dengan kahamilan premature yang terjadi 5 sampai 10 kali lebih seringdibandingkan kahamilan tunggal dan merupakan ancaman terbesar dari kehamilan kembar.
2.    Kelainan letak (malpresentasi)
3.    Persalinan dysfungsional yang disertai peregangan uterus yang berlebihan.
4.    Malformasi janin
5.    Prolaps tali pusat
6.    Hidramnion
7.    Anemia defisiensi  besi pada ibu
8.    Preeclampsia atau eklampsia
9.    Perdarahan antepartum
10. Perdarahan postpartum
4.    RENCANA
a.    Data diagnostic tambahan
·         Ultrasonografi memudahkan diagnosis kahamilan ganda, evaluasi pertumbuhan janin, identifikasi presentase janin.
·         Foto abdomen dapat membatu bila ultrasonografi tidak tersedia.
·         Pemantauan frekuensi jantung janin memberikan penilaian kesehatan janin.
b.    Penatalaksanaan
Melahirkan kembar pertama : biasanya rencana kehamilan baru pertama dengan persalinan kehamilan tunggal pada presentasi yang sebanding.
Sejauh bayi pertama dalam presentasi verteks dapat di antisipasi persalinan dan kelahiran secara spontan. Bila presentasi bayi pertama bokong terutama perkiraaan berat janin < 2000 gram biasanya dianjurkan seksio sesarea.
Seksio dianjurkan untuk sejumlah komplikasi meliputi ketuban pecah tanpa disertai persalinan, prolaps tali pusat, gawat janin (fetal distress), plasenta previa, solusio plasenta, seksio sesarea atau pembedahan uterus yang pernah dilakukan sebelumnya, malpresentasi janin, dan kembar satu.
Penatalaksanaan kembar ke dua setelah kelahiran pervaginam bayi pertama : segera setelah kembar pertama dilahirkan posisi dan presentasi kembar ke duadi tentukan melalui pemeriksaan vagina. Bila bayi kedua presentasinya puncak kepala (verteks), ketuban dipecahkan dan dipakai suatu elektroda kulit kepala. Oksitosin mungkin diperlukan untuk reaktivasi uterus dan mendorong desensus janin. Pasien dipimpin meneran dan bayi dilahirkan secara spontan dan menggunakan forsep rendah, selama frekusensi jantung janin mwasih normal, tidak perlu terburu-buru untuk memaksakan kelahiran.
Apabila kembar ke 2 presentasikan bokong lebih disukai dilakukan sksio sesarea. Kalau tidak persalinan dilanjutkan dengan pemantauan frekuensi jantung yang ketat.
Apabila kembar kedua letak lintang atau oblik, selalu lebih disukai daripada versi dalam disertai ekstrasi bokong.
Penatalaksanaan postpartum : setelah bayi dilahirkan, resiko meningkatnya perdarahan post patum harus diantisipasi. Oksitosin 20 sampai 40 unit ditambahkan dalam 1000 ml Ringer laktat dan diberikan dengan cepat. Selaina itu juga perlu diberikan 0,2 mg ergomentrin maleat. Uterus dipijat untuk mencagah atonia.
c.    Pendidikan pasien
Seorang pasien dengan kehailan ganda perlu diberikan penjelasan mengenai peningkatan insiden komplikasi obstetric yang meliputi presentasi abnormal, prolaps tali pusat, persalinan disfungsi, persalinan premature, preeclampsia dan perdarahan postpartum. Selama trimester 3, tirah baring harus dianjurkan untuk mangurangi persalinan premature. Apabila dicurigai ada malformasi  dan identifikasi , persiapan orang tua sebelum persalinan membantu penerimaan mereka akan situasi yang diterimanya pada saat kelahiran.


BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Kehamilan ganda adalah kehamilan dengan 2 janin atau lebih intrauteri. Kehamilan ini dianggap mempunyai resiko tinggi karena mempunyai alasan berikut.
1.    Kejadian komplikasi pada kehamilan ganda lebih tinggi:
a.    Emesis gravidarum-hyperemesis gravidarum
b.    Hipertensi dalam kehamilan
c.    Sering terjadi penyakit penyerta :
-       Diabetes mellitus dan Pielonefritis
d.    Kehamilan dengan hidramnion
e.    Persalinan dengan prematuritas
f.     Pertumbuhan sering mengalami hambatan:
-       IUGR, Pertumbuhan tidak sama, Terjadi transfusi antar janin
2.    Dikaitkan dengan kelainan congenital.
3.    Memerlukan tindakan operasi persalinan
4.    Menimbulkan trauma persalinan
5.    Komplikasi post partum
-       Perdarahan post partum akibat atonia uteri, Infeksi puerperium, Subinvolusi uteri
6.    Saat hamil di kaitkan dengan kejadian anemia tinggi karena nutrisi dan vitamin atau Fe masih kurang
B.   Saran
Dapat dikemukan bahwa kehamilan ganda merupakan kehamilan yang beresiko tinggi yang berarti bahwa sejak diketahui kehamilan ganda sudah dilakukan upaya preventif, promotif dan kuratif yang ade kuat sehingga tercapai: Well Born Baby Dan Well Health Mother.
Selanjutnya, masa puerperium harus diperhatikan untuk dapat menuda kahamilan berikutnya dengan tenggang waktu yang cukup.
Daftar Pustaka

Ruth B V, Brown L K,1993, Myles Textbook For Midwives: Churchill livingstone, 12th edn, Edinburgh.
Varney Helen,1987, Varney’s Midwifery: United states of America, 3rd edn, London .
Manuaba, Ida Bagus Gde. 2007, Pengatar Kuliah Obstetri : edisi pertama. Jakarta: EGC.
Cunningham, MacDonald, Gant, 1995, Obstetric Williams, Appleton & Lange: edisi 18. Jakarta.
Wibowo Budiono, M. Jusuf Hanafiah, & Sarwono Prawirihardjo.1977. Kehamilan Kembar, Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka, bagian 6, Subbab, 29 hlm. 386-401.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar